17 Desember 2011

Menggunakan CDN Amazon CloudFront dengan Amazon S3

aws logoAmazon CloudFront merupakan salah satu dari banyak layanan CDN (Content Delivery Network) yang sering digunakan karena penggunaan yang mudah dan biaya yang murah, kita hanya membayar sesuai dengan resource yang kita gunakan atau istilah kerennya Pay As You Go.

Tujuan utama dari Amazon CloudFront demikian juga dengan layanan CDN – CDN lainnya yaitu untuk mendistribusikan file-file dari website dengan waktu respon yang paling kecil sehingga penggguna akan merasakan waktu akses yang lebih cepat saat mengunjungi website atau blog kita misalnya. Sehingga sangat lazim kalau server-server CDN banyak tersebar diberbagai lokasi didunia.

Untuk menggunakan Amazon CloudFront diperlukan server yang lazim disebut dengan Origin Server. Server ini digunakan untuk menyimpan file-file statis atau file yang tidak banyak mengalami perubahan yang akan didistribusikan saat user mengaksesnya. Webserver tempat website berada bisa digunakan sebagai Origin Server atau kalau ingin lebih cepat lagi gunakan Amazon Simple Storage Service atau Amazon S3. Lalu bagaimana setup Amazon CloudFront dengan Amazon S3 agar bisa digunakan di website atau blog kita ?.

Catatan: Anda harus punya account Amazon Web Service untuk setup ini. Tanya mbah Google aja bos gimana cara daftarnya! :D

Semua service dari Amazon Web Service dapat diakses melalui AWS Management Console aws console

Setelah login maka anda akan masuk ke panel AWS Management Console.

aws console

Pada tab S3 AWS Management Console buat bucket untuk menyimpan file-file statis yang akan didistribusikan ke user. Istilah bucket disini fungsinya sama dengan folder penyimpan file biasa. Pilih nama bucket sesuka anda dan perlu diketahui nama bucket harus unik.

Buat Bucket Amazon S3

Perlu diperhatikan ketika membuat bucket default Region atau tempat server Amazon S3 berada adalah di region US Standart, karena penulis hidup di Negeri Tercinta Indonesia! maka penulis memilih region terdekat yaitu Singapura. Untuk perkiraan biaya perbulan tiap region bisa dipakai Kalkulator dari Amazon.

Setelah bucket tersedia anda bisa membuat sub-folder di bucket tersebut dan mengupload file-file statis yang akan didistribusikan melalui Amazon CloudFront.

bucket sub-folder

Agar file-file di bucket Amazon S3 bisa diakses selain anda maka file-file dibucket ini perlu dibuat menjadi public. Caranya klik kanan pada file atau banyak file kemudian klik Make Public

aws file buat publik

Ok begitu untuk setup Amazon S3…lanjuutttt! ;) .

Agar file-file di bucket Amazon S3 bisa didistribusikan maka pada Amazon CloudFront kita buat distribusi khusus untuk bucket tersebut. Caranya klik tab CloudFront pada AWS Management Console dan klik tombol Create Distribution.

buat distribusi amazon cloudfront
Pada Create Distribution Wizard pastikan nama bucket yang akan didistribusikan sesuai dengan bucket Amazon S3 yang dibuat terdahulu.
amazon cloudfront cname
Untuk CNAMEs bisa dikosongi tetapi sangat disarankan anda mengisinya jika punya akses ke CNAME website anda. Tujuan CNAME ini hanya memudahkan penamaan domain dari Amazon CloudFront karena secara default ketika distribusi dibuat nama domain di Amazon CloudFront dihasilkan secara acak.

aws cloudfront random domain

Pada screenshot diatas bisa dilihat nama domain distribusi yaitu

http://d6x4xidb7y5r5.cloudfront.net

untuk mengakses file di bucket Amazon S3 melalui Amazon CloudFront formatnya begini

http://[nama.domain.amazon.cloudfront]/[bucket.subfolder]/[nama.file]

Untuk pengetesan klik link dibawah ini

http://d6x4xidb7y5r5.cloudfront.net/gambarku/imposter.jpg

Happy Explore! :D

Posting ini bermanfaat...atau ada pertanyaan ?, jangan lupa untuk menulis komentar ok.


View the original article here

Ikuti Blog ini

Langganan

Mau dapet Update-an Blog ini lewat e-mail? Masukkin aja alamat Email kamu disini:

Dikirim Oleh FeedBurner