29 Desember 2011

Membuat Arduino Bootloader Burner Station

ArduinoBootloaderBurnerStation

Di beberapa forum dan group Arduino yang saya ikuti, banyak yang bertanya tentang Arduino Bootloader. Bagaimana caranya untuk ‘burning bootloader’ yang benar? Apa yang dapat dipakai untuk ‘burning bootloader’ ?

Jawabannya: Banyak cara yang dapat dipergunakan untuk hal tersebut. Di website official Arduino dijelaskan cara menggunakan Arduino sebagai ISP sehingga bisa dipergunakan untuk ‘burning bootloader’, link-nya di sini. Di salah satu tutorial yang dibuat oleh SparkFun, dijelaskan juga cara ‘burning bootloader’ ini (lihat di sini). Di sana dijelaskan 2 cara untuk hal tersebut: 1) Menggunakan 2 buah Arduino Uno. 2) Menggunakan Pocket AVR Programmer.

Cara-cara diatas tersebut memang dapat melakukan proses ‘burning bootloader’, tapi saya masih merasa proses-nya kurang praktis. Beberapa waktu yang lalu, saya melihat tutorial yang dibuat oleh Ladyada tentang ‘Burning bootloader chips using an Arduino‘. Wow, ini adalah tutorial yang saya tunggu-tunggu. Dengan tutorial ini dapat dibuat semacam shield atau station untuk melakukan proses ‘burning bootloader’ dengan menggunakan board Arduino. Yuk kita coba!

Komponen

Ok, untuk membuat “Arduino Bootloader Burner Station” ini, ada beberapa item yang kita perlukan:

1x Board Arduino Uno1x Arduino Protoshield PCB1x ZIF Socket 28 Pin2x LED (Merah dan Hijau)2x Resistor 330 ohm1x Pin Header – Male 1×40Kabel untuk menyolder1x Chip ATmega328P kosong (blank) Komponen Arduino Bootloader Burner Station

Mulai Merakit

Kita pasang ZIP socket pada protoshield PCB, seperti pada gambar berikut.

Memasang ZIF Socket pada PCB

Kemudian solder ZIF socket tersebut pada PCB.

ZIF Socket sudah tersolder pada PCB

Lalu solder pin dari ZIF socket menggunakan kabel ke beberapa pin Arduino, seperti berikut ini:

Pin 1 ke pin digital 10 (kabel putih)Pin 7 ke pin 5V (kabel merah)Pin 8 ke pin GND (kabel hitam)Pin 9 ke pin digital 9 (kabel kuning)Pin 17 ke pin digital 11 (kabel kuning)Pin 18 ke pin digital 12 (kabel putih)Pin 19 ke pin digital 13 (kabel kuning)Pin 20 ke 5V pada PCB (kabel merah)Pin 22 ke pin GND (kabel hitam)

Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Pin ZIF Socket sudah terhubung dengan pin Arduino

Pasang 2 buah resistor 330 ohm pada posisi R1 dan R2 di PCB, lalu disolder. Kemudian pasang LED hijau pada posisi LED1 di PCB, LED merah pada posisi LED2 di PCB, lalu disolder. Hubungkan pin analog 0 dengan JC2 pada LED1 (kabel putih), kemudian disolder. Lalu hubungkan pin digital 8 dengan JC3 pada LED2 (kabel kuning). Hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Menyolder Resistor 330 ohm, LED Hijau dan LED Merah

Ok, sekarang kita siap untuk memasang pin header pada PCB. Pertama siapkan 2 buah pin header (male) 1×6 dan 2 buah pin header (male) 1×8 dari pin header (male) 1×40 yang sudah kita siapkan sebelumnya. Pasang pin header tersebut pada pin header di board Arduino Uno, seperti pada gambar berikut ini.

Letakkan PCB pada pin header tersebut seperti memasang shield, lihat di gambar berikut ini.

PCB terpasang pada pin header siap untuk disolder

Solder pin header tersebut pada PCB. Memasang pin header pada board Arduino sebelum menyolder merupakan salah satu teknik yang biasa dipakai untuk memasang header pada shield. Dengan teknik seperti itu, maka posisi header tidak akan miring. Hasil pin header yang sudah terpasang pada PCB dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Pin header sudah disolder pada PCB

Pada titik ini “Arduino Bootloader Burner Station” kita sudah selesai dan siap untuk digunakan untuk proses ‘burning bootloader’. Oh ya, bagian bawah dari PCB akan terlihat seperti gambar berikut ini.

Tampilan bagian bawah PCB, hmm lumayan lah...hehehe

Upload Sketch ArduinoISP2

Lakukan upload program (sketch) ArduinoISP2.pde ke dalam board Arduino Uno. Program dapat didownload pada link yang terdapat di dalam tutorial Ladyada atau di sini.

Burning Bootloader

Setelah sketch ter-upload dengan sukses, pasang ‘burner station’ kita di atas board Arduino Uno. Letakkan chip ATmega328P yang kosong pada ZIF socket dan turunkan tuasnya. Pastikan posisi chip ATmega328P sudah benar, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.

Chip ATmega328P kosong siap untuk di-'burning' dengan bootloader

Masih dengan posisi USB terhubung pada komputer, lakukan proses ‘burning’ dari software Arduino (kita memakai versi 23), dengan menu: Tools>Burn Bootloader>w/ Arduino as ISP, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Menu Burn Bootloader pada Software Arduino

Proses ‘burning bootloader’ akan segera berlangsung. LED hijau akan hidup dan LED merah akan berkelip beberapa kali.

Proses burning bootloader sedang berjalan

Proses ini akan berjalan kurang lebih 40 detik. Apabila proses telah selesai dan tidak terdapat error maka LED hijau akan mati dan akan terlihat pesan “Done burning bootloader” seperti pada gambar di bawah ini.

Proses burning bootloader selesai dengan sukses

Nah, demikian lah proses membuat “Arduino Bootloader Burner Station” kita. Cukup mudah bukan? Shield/station yang sudah jadi ini dapat dipakai untuk bootloader yang lain, seperti Uno, Duemilanove, Lilypad dan yang lainnya, tergantung kebutuhan anda.

Selamat mencoba!!!

Print Friendly

View the original article here

Ikuti Blog ini

Langganan

Mau dapet Update-an Blog ini lewat e-mail? Masukkin aja alamat Email kamu disini:

Dikirim Oleh FeedBurner