04 Februari 2009

Teori Dasar Antena Dan Transmisi (Bagian 2)

Karakteristik antena berbeda antara disain dan frekuensi operasinya dan masih ada banyak faktor yang mempengaruhi performa dari sebuah antena. Saat mengukur output dari suatu antena pemancar, pengukuran harus dilakukan di area yang dinamakan “far field”. Sedangkan “near field” adalah area yang paling dekat dengan antena, atau dikenal juga dengan medan induksi, dan kekuatan medan pada area ini jauh berbeda dengan “far field”. Batas area “Near” “Far” ditunjukkan pada diagram dibawah ini:

neardiag

Garis vertikal yang berada ditengah menggambarkan panjang dari sebuah antena, L dalam satuan meter, R adalah jari-jari near field. Disebalah luar near field adalah area yang dinamakan far field. Disinilah tempat pengukuran dari kuat medan harus dilakukan. Pada far field, Daya diterima per unit area dari antena isotropic dihitung dengan menggunakan persamaan dibawah ini:

powerrad

Persamaan diatas dikenal sebagai hukum inverse square, saat dua kali lipat jarak memberikan empat kali lipat pengurangan Daya sinyal. Biasanya pada buku manual sebuah radio penerima tertera “sensitivitas” yang menunjukkan nilai sinyal “paling lemah” yang bisa diterima. Sensitivitas biasanya dikutip dalam satuan V / m atau volts per meter. Persamaan dibawah ini digunakan untuk menghitung kekuatan medan dalam V / m:

fstr

Dimana E adalah Kekuatan Medan ( V/m ), d adalah jarak ( meter ) dan Pt adalah daya dari pemancar ( Watt ). Harus dicatat bahwa pada persamaan ini diasumsikan 100% energi ditransfer dari pemancar ke antenna, dan menggunakan antena dipole. Pada prakteknya, ada rugi-rugi pada pengouplingan sinyal dari transmiter ke antena, dan juga rugi-rugi dari antena itu sendiri.

Bersambung

Ikuti Blog ini

Langganan

Mau dapet Update-an Blog ini lewat e-mail? Masukkin aja alamat Email kamu disini:

Dikirim Oleh FeedBurner