25 Februari 2008

Kapasitor

Kapasitor digunakan antara lain untuk:

  • Membuat Timer: Biasanya digunakan pada metronome (pengatur tempo musik), kapasitor di pasangkan bersama resistor untuk mengatur cepat lambatnya tempo.
  • Memperhalus (Filter) Tegangan Output: Biasanya digunakan pada power supply ( Adaptor AC ke DC ), kapasitor dipasang agar tegangan output yang dihasilkan lebih halus sehingga tegangan DC lebih konstan.
  • Menahan Arus DC, Meneruskan Arus AC: Biasanya digunakan pada rangkaian audio. Kapasitor dipasang seri dengan input rangkaian audio, sehingga sinyal yang masuk kerangkaian merupakan sinyal audio (AC) tanpa interfensi dari sinyal DC yang berasal dari Power Supply.
  • Mengatur Frekuensi: Biasanya digunakan pada rangkaian Oscilator dan Filter, dengan mengatur kapasitas kapasitor dapat merubah frekuensi cutt off dari suatu rangkaian filter.

Secara typikal kapasitor mempunyai dua metal yang dipisahkan oleh suatu bahan yang disebut dielektrikum. Biasanya bahan dielektrikum ialah keramik, mika atau kertas.

Tabel 1. Dielektrikum kapasitor

Type Range Penggunaan
Ceramic 1pF-2.2μF Filter, bypass
Mika 1pF-1μF Timing,osilator
Metalized Foil to 100μF DC Blocking, power supply, filter
Polyester 0.001-100μF sda
Polystyrene 10pF-10μF Timing, Tuning circuit
Kertas 0.001-100μF General purpose
Tantalum 0.001-1000μF Bypass,coupling,DC Blocking
Alumunium 10-220.000μF Filter coupling, bypass electrolic

Kapasitas kapasitor dinyatakan dalam Farad. Semakin besar Farad-nya maka semakin besar pula kapasitas dari kapasitor tersebut. Farad adalah satuan yang sangat besar, jadi pada rangkaian elektronika kita lebih sering menjumpai kapasitor dengan satuan mikrofarad atau sepersatujuta Farad.

Contoh:

  • 10μF adalah 10 per satujuta Farad
  • 1nF adalah 1 per seribu mikroFarad
  • 1pF adalah 1 per seribu nanoFarad

Kapasitor juga mempunyai tegangan kerja, biasanya pada rangkaian DC berkisar dari 3,3V sampai 25V. Jangan menggunakan kapasitor yang tegangan kerjanya lebih rendah dari tegangan kerja yang ditentukan, kalau lebih tinggi tidak apa-apa. Lebih baik memilih kapasitor yang tegangan kerjanya 10 - 15 persen lebih besar dari tegangan rangkaian.

Berbeda dengan resistor, untuk menentukan nilai kapasitor kita tidak menggunakan kode warna, tetapi menggunakan kode angka. Angka pertama dan kedua langsung di representasikan sebagai angka, sedangkan angka ketiga ialah banyaknya nol atau faktor pengali. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel 2.

Tabel 2. Kode Angka Kapasitor

Image Hosted by ImageShack.us

Sama seperti resistor, kapasitor juga mempunyai nilai toleransi yang di lambangkan dengan huruf seperti yang ditunjukkan pada tabel 3.

Tabel 3. Toleransi Nilai Kapasitor

Image Hosted by ImageShack.us

Selain itu kapasitor juga mempunyai nilai tolrensi untuk tempratur (batas suhu maksimum dan minimum). Misalnya ada sebuah kapsitor mempunyai kode Y5P, maka maksudnya kapasitor tersebut bekerja pada suhu minimum -30 derajat C, suhu maksimum 85 derajat C dan 10% variasi kapasitansi pada cakupan suhu -30 derajat C sampai 85 derajat C. Lebih jelasnya dapat dilihat di tabel 4.

Tabel 4. Toleransi suhu kapasitor

Image Hosted by ImageShack.us

Apabila kamu menemukan kapasitor berpolaritas seperti elco atau tantalum maka kamu harus menentukan kaki positif dan negatif dari kapasitor tersebut.Biasanya kaki positif dari sebuah kapasitor lebih panjang dari kaki negatif, atau biasanya pada badan kapasitor terdapat anak panah yang menunjuk ke kaki negatif atau pada badan kapasitor terdapar tanda ( + ) yang melingkar dekat pada kaki postif kapasitor tersebut. Lebih jelas bisa dilihat pada gambar 1.Image Hosted by ImageShack.us

Gambar 1. Kapasitor berpolaritas.

Sekian dulu ya, semoga bermanfaat. Komentar anda akan saya hargai.

Referensi: Gordon Mc Comb and Earl Boysen, Electronics for Dummies

Ikuti Blog ini

Langganan

Mau dapet Update-an Blog ini lewat e-mail? Masukkin aja alamat Email kamu disini:

Dikirim Oleh FeedBurner